Sabila Network - Dulu pada tahun 2013 media internasional melaporkan adanya konflik di Gunung Everest. Para pendaki Eropa melarikan diri untuk menghindar dari kejaran suku Sherpa yang mengamuk. Mendengar kabar tersebut, Jennifer Peedom dan timnya berangka ket Everest untuk mendokumentasikan kejaian tersebut dari sudut pandang suku Sherpa. Mereka bisa mengabadikan tragedi terbesar yang pernah terjadi di Everest, saat balok es besar jatuh ke rute pendakian dan menewaskan 16 orang penduduk Sherpa.
Film ini diambil dengan apik oleh sinematografer Renan Ozturk. Jenifer Peedom yang menjadi sutradara mencoba mengungkapkan hubungan yang tidak setara dengan tim ekspedisi asing dan pemandu lokal. Melalui tokoh Phurba Tashi, film dokumenter ini mengambil kisah keluarga dan tradisi untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Jen mengaku dirinya tertarik dengan cerita Sherpa dan terus berusaha menggali lebih dalam. Ia menemukan hal spiritual yang unik dari sudut pandang para Sherpa terhadap hubungannya mereka dengan gunung Everest.
Pada tahun 2015 Jen kembali ke Himalaya dan menunjukkan film dokumenter yang ia buat kepada para Sherpa. Para Sherpa sangat mengharagi karyanya tersebut sekaligus terkejut, mereka tak menyangka ada orang yang bisa menangkap sudut pandang mereka terhadap kehidupan dan Gunung Everest dengan baik.
Jen mengungkapkan, hal yang paling membanggakan dalam film dokumenter yang bisa disaksikan di Discovery Channel, 24 April 2016 pukul 20.00 WIB, ini adalah bagaimana komunitas Sherpa mau menerima keberadaan film. Mereka juga bangga dan mengatakan “Sherpa” adalah film yang indah, dijiwai dengan rasa spiritualitas yang membantu Anda memahami betapa pentingnya gunung dan lingkungan untuk orang-orang yang ada di sekitarnya.


This post have 0 comments
EmoticonEmoticon