Penggunaannya cukup mudah, tinggal login dan pakai, secara otomatis aplikasi akan mendeteksi daerah kita berada, dan menemukan beberapa tempat bersejarah di daerah kita menjalankan aplikasi.
Aplikasi itu di coba di kampus Udinus di Jalan Imam Bonjol, kemudian di layar muncul beberapa tempat bersejarah misalnya Tugu Muda dan Lawang Sewu.
Tidak sampai di situ, ketika menekan salah satu tempat bersejarah maka muncul informasi sampai peta lokasi yang ditunjukkan lengkap dengan jaraknya. Peta tersebut terkoneksi dengan google maps.
Kata Mirza, pembuat aplikasi Jelajah, aplikasi ini tidak hanya bisa digunakan di indonesia saja, tapi di luar negri juga bisa di gunakan.
Sayangnya aplikasi ini masih belum tersedia di playstore, karena sang pembuat masih menginginkan update fitur-fitur lainnya supaya lebih menarik lagi.
"Ini bisa disebut baru prototipe, masih ingin mengembangkan lagi. Ini juga tahap uji coba, kalau seminggu atau dua minggu tidak ada masalah bisa siap dirilis," kata Mirza.
Mirza mendapat ide untuk membuat aplikasi ini ketika ia keluar kota, dan tidak dapat memanfaatkan dengan baik untuk berkunjuk ke tempat-tempat penting.





This post have 0 comments
EmoticonEmoticon