-->

Wednesday, August 23, 2017

Sekitar 30.000 Warga Sipil Terjebak Di Tengah Pertempuran Di Tal Afar, Irak

author photo
(Sumber: independent.co.uk)
Tel Afar adalah kota yang sedang digempur pasukan Irak dalam rangka menumpas gerombolan teroris Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS).

"Bantuan kemanusiaan diberikan di daerah berkumpul di selatan dan timur kota Tal Afar."

Hal itu dikatakan Jurubicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Stephane Dujarric di Markas PBB di New York, seperti dikutip AFP, Selasa (22/8/2017).

"Lebih dari 300 orang sudah melalui titik-titik tersebut kemarin, dan mendapatkan bantuan," kata ia.

Badan pengungsi PBB UNHCR kuatir warga sipil Irak kemungkinan akan dipakai sebagai tameng manusia dalam pertempuran itu.

Tetapi, menurut Dujarric, upaya untuk melarikan diri bisa mengakibatkan eksekusi dan penembakan kepada warga.

UNHCR menyerukan terhadap seluruh pihak yang terlibat perselisihan ini untuk membuka jalan bagi warga sipil menyelamatkan diri.

PBB ingin ribuan warga sipil dapat menyelamatkan diri dari tempat tersebut pada hari-hari atau pekan depan.

Sampai Selasa kemarin, pasukan Irak telah berhasil menguasai tiga distrik di Tal Afar yang menjadi benteng pertahanan ISIS.

Lebih dari sebulan sesudah kota kedua Irak di Mosul direbut dari ISIS, pasukan melancarkan serangan ini untuk merebut kembali Tal Afar.

Tal Afar berlokasi 70 kilometer ke barat dari Mosul.

Pasukan Irak didukung oleh koalisi internasional pimpinan Amerika Serikat yang bahkan menggelar serangan udara kepada lokasi pendudukan ISIS.

This post have 0 comments


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement